Muhammad bin Ali al-Hanafiah RH berkata,
"Kami sedang bersama-sama dengan Sayidina Ali KMW apabila seorang lelaki bertanya tentang Al-Mahdi. Imam Ali KMW berkata, "Begini." Lalu ditemukannya jari-jarinya sambil dikira sampai tujuh dan berkata, "Dia akan muncul pada akhir zaman ketika orang-orang (munafik) berkata bahawa Allah telah mati. Kemudian melaluinya (Al-Mahdi) Allah mendatangkan untuk mereka awan mendung yang menutup langit lalu Allah mempertautkan antara hati mereka sehingga mereka tidak berasa keseorangan lagi malah akan lebih gembira jika ada orang lain yang menyertainya. Bilangan mereka adalah seperti pasukan Badar. Sama ada mereka itu pada permulaannya yang mendapatinya atau yang kemudian lalu menyertainya. Bilangan mereka tetap (sama) seperti bilangan tentera Talut yang berjaya menyeberangi sungai dengannya (Talut)."
Comments
Imam Mahdi dan Ikhwan
Issu kedatangan Imam Mahdi itu sebenarnya wujud harapan pengikut Nabi Ibrahim As. setelah beliau berdoa sbb.: “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana” (QS. 2:129).
Oleh katurunan beliau ini selanjutnya, ditunggu-tunggulah kedatangannya sampai datang nabi terakhir dari dinasti Bani Israel yakni Nabi Isa As bin Maryam. Namun sayang, dalam Injil masih disebut issu Imam Mahdi, Mesiah, Satrio Piningit dsb. berarti masih akan datang lagi Imam Mahdi yang pamungkas, yang sesungguhnya.
Maka akhirnya, lahirlah Nabi kita Muhammad SAW sebagai Rasul Allah dan sekaligus penutup para nabi (QS. 33:40) dengan membawa Al Quran yang didalamnya memuat pernyataan atau ikrar Allah SWT bahwa Nabi Muhammad SAW dianugerahi agama ISLAM (QS. 5:3). Nama Islam tidak pernah termuat dalam kitab-kitab suci sebelum Al Quran.
Dengan kedatangan Nabi Muhammad SAW sekaligus juga terjawablah issu tentang akan datang lagi Nabi Isa bin Maryam dan issu Imam Mahdi. Nabi Isa As. tidak akan datang lagi karena sudah tegas dinyatakan dalam Al Qiran (S. 2:134 dan 141). Begitu juga Imam Mahdi tidak akan lahir lagi karena penutup para nabi hanyalah Nabi kita Muhammad SAW.
Tinggal bagaimana para khalifah-khalifah (ya raja, presiden, gubernur, pangeran, sultan, bupati atau walikota) masa kini dan yang akan datang ‘mampu’ membumikan Islam dan Al Quran dalam kehidupan nyata di dunia ini, ya masalah sosial budaya terutama masalah kekuasaan dan pemerintahannya.
Imam Mahdi Bukan Nabi
Banyak Hadist yg menggambarkan kedatangan Imam Mahdi, tapi tidak ada satupun (yg saya ketahui) bahwa Imam Mahdi adalah seorang nabi, karena benar adanya bahwa Nabi Muhammad saw adalah nabi akhir jaman. Pengertian hadist-hadist tersebut tidak satupun merujuk bahwa Mahdi adalah seorang Nabi, tapi seorang Imam/pemimpin, yang akan menjunjung tinggi nilai2 islam yg diajarkan Rasulullah saw, dan membawa keadilan kemuka bumi. Dan hal itu adalah mungkin, bahwa akan ada seorang pemimpin/presiden/raja dari suatu negara yg akan membawa keadilan. wallahu 'alam bisshawab
Lindungilah kami ya Allah
Lindungilah kami ya Allah dari semua bentuk kezaliman sebelum munculnya Sang Penyelamat Imam Mahdi. Luruskan niat kami hanya kepada Engkau Ya Allah tujuan hidup kami....Jadikan kami menjadi pembela agama mu sampai akhir usia kami.....Amiin....