Masalah besar dunia: perzinahan dan hubungan sesama jenis

Ada suatu krisis besar di dunia ini yang nampaknya tidak dianggap besar, yaitu kelahiran di luar nikah. Penyebab utamanya adalah perzinahan. Perzinahan ini suatu dosa besar yang sangat merusak masyarakat. Angka perzinahan sulit diketahui, namun dapat dilihat secara tidak langsung dari angka kelahiran luar nikah. Beberapa negara mencatat secara baik jumlah kelahiran luar nikah.

Pada tulisan ini saya singgung satu saja masalah moral: kelahiran di luar nikah. Pandangan setiap orang saya yakin berbeda, karena untuk menilai moral orang berangkat dari pandangan hidup / agama masing-masing. Berikut ini adalah data anak luar nikah yang sempat saya temukan via professor Google:

Angka tersebut adalah angka kelahiran, artinya angka hubungan luar nikah mustinya lebih besar dari itu. Saya tidak menemukan angka kelahiran luar nikah untuk selain USA/UK. Di Indonesia juga saya tidak menemukan angka resminya.

Dalam agama Islam (dan saya yakin juga di agama lain), perzinaan adalah masalah moral yang sangat besar. Bagi saya pribadi masalah zina lebih besar dari krisis pangan, maupun krisis BBM. Krisis keuangan karena riba agak beda, karena Rasulullah pernah bersabda bahwa riba itu lebih berat dosanya dibandingkan berzina dengan ibu sendiri. Setahu saya masalah keuangan di dunia timbul karena riba (usury) ataupun turunannya.

Di atas semua masalah tadi, sebenarnya ada 1 masalah lagi yang lebih besar, yaitu manusia sudah tidak peduli dengan Tuhannya. Memang masih banyak orang beribadah, kalau terkena masalah masih mengatakan “Oh my God”, masih mempelajari ilmu agama, namun sayangnya agama itu tidak diterapkan ke dalam kehidupan lahir batin manusia. Akibatnya tentu adalah timbul masalah turunan seperti yang sudah diuraikan di atas.

Jadi bagi saya, masalah besar yang dihadapi dunia sekarang adalah mengikuti urutan berikut:

  • Tidak peduli dengan Tuhan
  • Masalah keuangan berbasis riba
  • Masalah perzinaan
  • Masalah lahiriah (pangan, teknologi, dsb)

Update:

Pada saat ini, selain masalah zina juga sudah berkembang masalah homoseksualitas: homo dan lesbian. Masalah ini bahkan sudah merambah sampai ke pucuk pimpinan negara, seperti perdana menteri Islandia. Sebelum ini kasus homo/lesbi hanya terdengar sampai ke peringkat menteri negara seperti kasus David Law (Menkeu Inggris).. Kasus-kasus ini legal dalam undang-undang negara masing-masing. David Law mundur dari Menkeu, bukan karena kasus homo tapi karena dia korupsi untuk keperluan pasangan homonya.

Comments

Studi mengenai hubungan seks

Studi mengenai hubungan seks luar nikah. Angkanya seram-seram: http://faculty.unlv.edu/fifes2/pdf/Infidelity%20and%20Extramarital%20Sex...

Menikah merupakan syariat

Menikah merupakan syariat yang lahir dari agama (agama apapun). Jika seseorang tidak beragama, maka tidak ada istilah menikah. Secara logika, hal ini memenuhi.
Hal ini berarti, yang harus dibenahi adalah ke-beragama-an masyarakat.

zaman sekarang ada juga

zaman sekarang ada juga pernikahan yang nggak terikat ke agama, yaitu pernikahan sipil.
contoh ekstrimnnya seperti pernikahan sesama jenis di negeri seberang

66% anak di Iceland lahir

66% anak di Iceland lahir luar nikah http://www.cdc.gov/nchs/pressroom/09newsreleases/unmarriedbirths.htm
40% di USA lahir luar nikah
Jepang cuma 2% yang lahir luar nikah. Kok bisa ya? Apakah karena aborsi?

Di Jepang, orang Jepang

Di Jepang, orang Jepang mungkin sangat sadar bahwa memiliki anak berarti menambah beban/biaya hidup... jadi, kalau mereka tidak yakin dengan pasangannya dan juga kemampuan/sustainability pasangannya, mereka tidak akan mau punya anak. Jadi urutannya mungkin seperti ini: having sex-> sustainability-> komitmen-> anak. Jadi yang 2% ini emang karena 'kecelakaan'/ 'missed calculation' aja... Kayaknya, angka kelahiran (resmi & tidak resmi) di Jepang khan juga kecil..
Sepertinya, di daerah2 rural/desa di Jepang, mereka masih menjunjung tinggi kehormatan kok.. Tapi emang, pembedaan status antara wanita dan pria di Jepang sepertinya masih sangat tajam, masih mending Indonesia sepertinya...

memang di Jepang banyak yang

memang di Jepang banyak yang tidak mau punya anak, kalau punya paling maunya satu saj.

Rupanya sudah ada studi

Rupanya sudah ada studi tentang kenapa sedikit bayi luar nikah di Jepang: http://www.demogr.mpg.de/Papers/workshops/010623_paper18.pdf

Di Jepang nampaknya orang

Di Jepang nampaknya orang yang sudah berkeluarga pun malas berhubungan suami istri. http://www.guardian.co.uk/world/2005/apr/04/japan.justinmccurry